Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022
                                                TERIMA Ketika kasut hendak melangkah Terhempaslah debu dari sisi bawah Debu tipis ... Bahkan saking tipisnya Kasut pun tidak menyadari kehadirannya Jauh kasut melangkah Semakin tak terlihat debu itu Semakin kuat hentakkannya Maka semakin tidak berdaya debu itu Tangis pilu Tak ada yang mendengar isakannya Bahkan suara jeritannya pun tak terdengar Meskipun kasut tak menhendakinya Namun tanah masih menerimanya
                                                               BUANGAN  Tak dihargai dihina Bahkan dianggap angin lalu Ditertawai dikhianati Bahkan ditekan sampai menghilang Tunduk hanya itu aku bisa Menangis menjerit Tiada yang mendengar Pilu ku Keluh kesahku hanya angin yang menyapa Lalu pergi entah kemana Sakit Tenagaku hilang Dudukpun rasanya sakit sekali Hingga tiba tiba Terulur tangan itu Senyumannya Hangat tangannya Membuat hatiku gemetar Erat Sangat erat aku di genggamnya tanganku Hingga aku yakin Aku masih manusia
                                                     Sayang  Satu kata namun dashyat kuasanya Tergores Segaris Luka, tersirat juga suka  kalau ada kasih, mengapa ada darah keluar dari Ini Haruskah ku tutup pintu hati ini kubuat sesunyi mungkin duniaku Namun aku manusia yang butuh warna Butuh riuh angin yang menyapa Seperti inikah hidup Yang diagung agungkan Yang dibangga banggakan Semenjak aku dalam kandungan Sakit ! Sangat sakit!! Remuk tulangku! Hancur berkeping keping hatiku! Bahkan tenaga ku pun habis terserap diam ! Disaat aku mulai sekarat.... Kau Menjauh tersenyum melihatku kritis Tak ada maaf mengalun Pisau Makin kau tancapkan Aku berjuang mencari celah kehidupanku Meskipun merangkak, Di Hujani kawat duri Maaf Aku Mund...
 Penyejuk Hati Petikan Jarimu Alunkan  Pelan nada nada indah   Tenangnya Wajahmu Menyinarkan senyuman hangat Mengeluarkan suara merdu Yang Membasahi dan Melembutkan Gurun pasir dihatiku Hanya hitungan jari... Cerita, tawa hinggap diantara kita Laut segera Menyembunyikan jauh Kamu, suara penyejuk hati Ketika jarak menghilangkan dirimu dari hadapanku Akankah ada pengganti pelipur lara ini? iringan air keluar dari mataku hatiku sesak , berat rasanya melepaskan tanganmu tapi aku yakin Dunia punya rencana terbaik untukmu tak ada yang bisa menggantikan tenangmu dan sinarmu mengalir disetiap langkah kami Wajahmu terpatri di Ingatan kami
                                         Egois Perhiasan Untuk Keadaaan, kelakuan bahkan perasaan Cocok dipasang kemana kah permukaan yang bersih pelan tapi pasti Semakin Menghitam keahlian penciptanya pada tekstur pun hilang jutaan warna warni juga enggan tinggal   seakan alergi datang mewabah Kucoba di kelakuan Terdengar suara sedih yang sangat menyakitkan Memilukan Keadaan dan perasaanpun membencinya mengusirnya bagaikan wabah mengerikan tawa yang dulu selalu terlukis di bibirnya selalu tertahan digantikan dengan kuatnya sinis Perasaaan lebih Mengenaskan ia merasakan semuanya mulai dari kesedihan yang mendalam kehilangan warna bahkan tanpa disadarinya merupakan akar kuat dari sinis penyebab hilangnya warna, tekstur penyebab datangnya warna hitam dikeadaan bahkan menjerit sangat kuat...
Arti Penting Hidupmu Kala Awan Hitam Mendekati & Menyusup Ke  Jiwa Kala Kesesakan & Kepenatan Berada  Di Sekeliling ku   Kutemukan Secercah Cahaya Angin, Udara Dan mentari   Melangkah Masuk Melalui sebuah lubang kecil Angin Semilir Menyapa dan Senyum padaku Mentari, Pancarkan Sinar Biaskan Kehangatan jiwa Udara, Memasok Oksigen Ke Seluruh  Aliran   Keindahan & Kehangatan Dari Hatimu smerasuk dan membasahi  tubuh ini