TERIMA
Ketika kasut hendak melangkah
Terhempaslah debu dari sisi bawah
Debu tipis ...
Bahkan saking tipisnya
Kasut pun tidak menyadari kehadirannya
Jauh kasut melangkah
Semakin tak terlihat debu itu
Semakin kuat hentakkannya
Maka semakin tidak berdaya debu itu
Tangis pilu
Tak ada yang mendengar isakannya
Bahkan suara jeritannya pun tak terdengar
Meskipun kasut tak menhendakinya
Namun tanah masih menerimanya
👍👍
BalasHapusdiperhatikan penulisan, jgn sampai ada typo..... puisi ny cakep bet dah 😘👌
BalasHapus"Namun tanah masih menerimanya" beuhhh itu diaaaa.
BalasHapusTpi ada sedikit typo nih di kata "menghendaki"
Semangat 🙌🏼