TERIMA

Ketika kasut hendak melangkah
Terhempaslah debu dari sisi bawah
Debu tipis ...
Bahkan saking tipisnya
Kasut pun tidak menyadari kehadirannya

Jauh kasut melangkah
Semakin tak terlihat debu itu
Semakin kuat hentakkannya
Maka semakin tidak berdaya debu itu

Tangis pilu
Tak ada yang mendengar isakannya
Bahkan suara jeritannya pun tak terdengar

Meskipun kasut tak menhendakinya
Namun tanah masih menerimanya

Komentar

  1. diperhatikan penulisan, jgn sampai ada typo..... puisi ny cakep bet dah 😘👌

    BalasHapus
  2. "Namun tanah masih menerimanya" beuhhh itu diaaaa.
    Tpi ada sedikit typo nih di kata "menghendaki"
    Semangat 🙌🏼

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini